God: The Provider of Abundant Blessings
Summary
### Summary
Hari ini kita bersyukur atas hari yang istimewa yang Tuhan berikan. Kita mengucap syukur atas penyertaan, kekuatan, dan penghiburan yang Tuhan berikan dalam setiap situasi yang kita hadapi. Kita juga bersyukur atas kesempatan untuk berkumpul kembali, memuji, menyembah, dan mendengar firman Tuhan. Dalam pertemuan ini, kita diingatkan untuk semakin dekat dengan Tuhan dan tidak terhalangi oleh pemikiran yang salah tentang Allah.
Kita sering kali memiliki pandangan yang keliru tentang Tuhan, baik menganggap-Nya sebagai pesuruh yang harus memenuhi semua keinginan kita atau sebagai sosok yang miskin dan membutuhkan dari kita. Namun, Tuhan adalah Allah yang selalu memberi lebih. Melalui kisah Abraham, kita belajar bahwa Tuhan tidak mengambil dari kita, tetapi justru memberkati kita lebih dari yang kita bayangkan. Abraham, yang sangat kaya, dipanggil oleh Tuhan untuk keluar dari tanah leluhurnya dan menuju tanah yang dijanjikan. Dalam perjalanan itu, Tuhan tidak membuat Abraham miskin, tetapi justru memberkati dia dengan lebih banyak kekayaan.
Ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, itu bukan karena Tuhan membutuhkan sesuatu dari Abraham, tetapi untuk menguji iman dan ketaatan Abraham. Pada akhirnya, Tuhan menyediakan domba sebagai pengganti Ishak, menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang menyediakan. Tuhan tidak mengambil dari kita, tetapi memberi lebih dari yang kita miliki. Ketika kita mendekat kepada Tuhan, kita akan melihat bahwa rencana-Nya jauh lebih besar dan lebih indah daripada rencana kita sendiri.
### Key Takeaways
1. Pemikiran yang Keliru tentang Tuhan: Banyak orang memiliki pandangan yang salah tentang Tuhan, baik menganggap-Nya sebagai pesuruh yang harus memenuhi semua keinginan kita atau sebagai sosok yang miskin dan membutuhkan dari kita. Pandangan ini menghalangi kita untuk mendekat kepada Tuhan dan mengalami berkat-Nya yang melimpah. [36:44]
2. Tuhan yang Memberi Lebih: Tuhan tidak mengambil dari kita, tetapi justru memberkati kita lebih dari yang kita bayangkan. Kisah Abraham menunjukkan bahwa Tuhan memberkati dia dengan lebih banyak kekayaan dan keturunan yang banyak, meskipun Abraham sudah sangat kaya. [42:45]
3. Ujian Iman Abraham: Ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, itu bukan karena Tuhan membutuhkan sesuatu dari Abraham, tetapi untuk menguji iman dan ketaatan Abraham. Pada akhirnya, Tuhan menyediakan domba sebagai pengganti Ishak, menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang menyediakan. [45:21]
4. Rencana Tuhan yang Lebih Besar: Ketika kita mendekat kepada Tuhan, kita akan melihat bahwa rencana-Nya jauh lebih besar dan lebih indah daripada rencana kita sendiri. Tuhan memiliki rencana yang melampaui generasi kita dan memberkati keturunan kita. [51:25]
5. Kepercayaan Penuh kepada Tuhan: Kita harus belajar untuk mempercayakan segala kekhawatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan. Tuhan mencintai kita dan memiliki rencana yang hebat atas hidup kita dan anak-anak kita. Mendekat kepada Tuhan berarti kita akan diperkaya, diberkati, dan disertai oleh-Nya. [55:12]
### Youtube Chapters
[0:00] - Welcome
[31:38] - Ucapan Syukur dan Doa Pembukaan
[32:54] - Shalom dan Pengumuman
[34:21] - Kabar Sukacita ROSC
[35:13] - Judul Khutbah: Allah yang Selalu Memberi Lebih
[36:02] - Pandangan Keliru tentang Tuhan
[37:20] - Tuhan Bukan Pesuruh
[39:20] - Tuhan Tidak Berkekurangan
[40:05] - Kisah Abraham
[41:44] - Persembahan Ishak
[42:45] - Kekayaan Abraham
[45:21] - Ujian Iman Abraham
[47:21] - Rencana Tuhan yang Lebih Besar
[51:25] - Berkat yang Melimpah
[55:12] - Kepercayaan Penuh kepada Tuhan
[01:01:49] - Tuhan yang Punya Segalanya
[01:11:38] - Tuhan Selalu Memberi Lebih
[01:21:52] - Refleksi dan Doa Penutup
Study Guide
### Bible Study Discussion Guide
#### Bible Reading
1. Genesis 12:1-3 - "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: 'Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau; dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.'"
2. Genesis 22:1-14 - Kisah Abraham yang diminta untuk mempersembahkan Ishak dan bagaimana Tuhan menyediakan domba sebagai pengganti.
3. Hebrews 11:8-12 - "Karena iman Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancarlah keturunan besar seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya."
#### Observation Questions
1. Apa yang Tuhan janjikan kepada Abraham ketika Dia memanggilnya untuk meninggalkan tanah leluhurnya? (Genesis 12:1-3)
2. Bagaimana reaksi Abraham ketika Tuhan meminta dia untuk mempersembahkan Ishak? Apa yang terjadi pada akhirnya? (Genesis 22:1-14)
3. Menurut Ibrani 11:8-12, apa yang membuat Abraham dan Sara tetap beriman meskipun mereka sudah tua?
4. Dalam khotbah, apa yang dikatakan tentang pandangan yang salah mengenai Tuhan sebagai pesuruh atau Tuhan yang miskin? [36:44]
#### Interpretation Questions
1. Mengapa Tuhan meminta Abraham untuk meninggalkan tanah leluhurnya dan apa makna dari janji yang diberikan Tuhan kepada Abraham? (Genesis 12:1-3)
2. Apa tujuan Tuhan menguji iman Abraham dengan meminta dia mempersembahkan Ishak? Bagaimana ini menunjukkan sifat Tuhan yang menyediakan? (Genesis 22:1-14)
3. Bagaimana iman Abraham dan Sara dalam Ibrani 11:8-12 dapat menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi ketidakpastian hidup?
4. Dalam khotbah, bagaimana pandangan yang salah tentang Tuhan dapat menghalangi kita untuk mendekat kepada-Nya dan mengalami berkat-Nya? [36:44]
#### Application Questions
1. Apakah Anda pernah merasa Tuhan meminta sesuatu yang sangat berharga dari Anda? Bagaimana Anda menanggapinya dan apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut? [45:21]
2. Bagaimana Anda dapat mengubah pandangan yang salah tentang Tuhan sebagai pesuruh atau Tuhan yang miskin dalam kehidupan sehari-hari Anda? [36:44]
3. Dalam situasi apa Anda merasa sulit untuk mempercayai rencana Tuhan yang lebih besar dan lebih indah daripada rencana Anda sendiri? Bagaimana Anda bisa belajar untuk lebih mempercayai Tuhan dalam situasi tersebut? [51:25]
4. Apakah ada area dalam hidup Anda di mana Anda merasa Tuhan mengambil lebih banyak daripada memberi? Bagaimana Anda bisa melihat situasi tersebut dari perspektif bahwa Tuhan selalu memberi lebih? [42:45]
5. Bagaimana Anda bisa lebih mendekat kepada Tuhan dan mempercayakan segala kekhawatiran dan ketakutan Anda kepada-Nya? Apakah ada langkah konkret yang bisa Anda ambil minggu ini? [55:12]
6. Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang memiliki pandangan yang salah tentang Tuhan? Bagaimana Anda bisa membantu mereka melihat Tuhan sebagai Allah yang selalu memberi lebih?
7. Bagaimana Anda bisa mengajarkan kepada anak-anak atau generasi berikutnya tentang rencana Tuhan yang lebih besar dan lebih indah? Apakah ada cara khusus yang bisa Anda lakukan untuk menanamkan iman ini dalam keluarga Anda? [50:57]
Devotional
Day 1: Pandangan yang Keliru tentang Tuhan
Banyak orang memiliki pandangan yang salah tentang Tuhan, baik menganggap-Nya sebagai pesuruh yang harus memenuhi semua keinginan kita atau sebagai sosok yang miskin dan membutuhkan dari kita. Pandangan ini menghalangi kita untuk mendekat kepada Tuhan dan mengalami berkat-Nya yang melimpah. Ketika kita melihat Tuhan sebagai pesuruh, kita cenderung hanya datang kepada-Nya saat kita membutuhkan sesuatu, bukan untuk membangun hubungan yang intim dengan-Nya. Sebaliknya, jika kita melihat Tuhan sebagai sosok yang miskin, kita mungkin merasa bahwa kita harus memberi sesuatu kepada-Nya untuk mendapatkan berkat-Nya, padahal Tuhan adalah sumber segala berkat.
Pemahaman yang benar tentang Tuhan adalah kunci untuk mendekat kepada-Nya dengan hati yang tulus. Tuhan adalah Allah yang penuh kasih dan selalu memberi lebih dari yang kita bayangkan. Dia tidak membutuhkan apa pun dari kita, tetapi Dia menginginkan hati kita yang sepenuhnya percaya dan bergantung kepada-Nya. Dengan memahami siapa Tuhan sebenarnya, kita dapat mengalami kedamaian dan sukacita yang sejati dalam hubungan kita dengan-Nya. [36:44]
Yeremia 9:23-24 (ESV): "Thus says the Lord: 'Let not the wise man boast in his wisdom, let not the mighty man boast in his might, let not the rich man boast in his riches, but let him who boasts boast in this, that he understands and knows me, that I am the Lord who practices steadfast love, justice, and righteousness in the earth. For in these things I delight, declares the Lord.'"
Reflection: Apakah ada pandangan keliru tentang Tuhan yang selama ini Anda pegang? Bagaimana Anda bisa mulai mengubah pandangan tersebut dan mendekat kepada Tuhan dengan pemahaman yang benar?
Day 2: Tuhan yang Memberi Lebih
Tuhan tidak mengambil dari kita, tetapi justru memberkati kita lebih dari yang kita bayangkan. Kisah Abraham menunjukkan bahwa Tuhan memberkati dia dengan lebih banyak kekayaan dan keturunan yang banyak, meskipun Abraham sudah sangat kaya. Tuhan memanggil Abraham untuk meninggalkan tanah leluhurnya dan pergi ke tanah yang dijanjikan, dan dalam perjalanan itu, Tuhan terus memberkati Abraham dengan kekayaan dan keturunan yang melimpah.
Ketika kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, kita akan melihat bahwa Dia selalu memberi lebih dari yang kita harapkan. Tuhan tidak hanya memenuhi kebutuhan kita, tetapi Dia juga memberkati kita dengan berlimpah. Ini bukan berarti kita tidak akan menghadapi tantangan atau kesulitan, tetapi dalam setiap situasi, Tuhan akan menunjukkan kasih dan penyertaan-Nya yang melimpah. [42:45]
Efesus 3:20-21 (ESV): "Now to him who is able to do far more abundantly than all that we ask or think, according to the power at work within us, to him be glory in the church and in Christ Jesus throughout all generations, forever and ever. Amen."
Reflection: Dalam hal apa saja Anda telah melihat Tuhan memberi lebih dari yang Anda bayangkan? Bagaimana Anda bisa lebih mempercayakan hidup Anda kepada Tuhan dan mengandalkan berkat-Nya yang melimpah?
Day 3: Ujian Iman Abraham
Ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, itu bukan karena Tuhan membutuhkan sesuatu dari Abraham, tetapi untuk menguji iman dan ketaatan Abraham. Pada akhirnya, Tuhan menyediakan domba sebagai pengganti Ishak, menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang menyediakan. Ujian ini menunjukkan bahwa Tuhan ingin melihat sejauh mana kita bersedia taat dan percaya kepada-Nya, bahkan ketika kita tidak mengerti rencana-Nya.
Ujian iman adalah bagian dari perjalanan rohani kita. Tuhan mungkin meminta kita untuk menyerahkan sesuatu yang sangat berharga bagi kita, bukan karena Dia membutuhkan itu, tetapi untuk melihat sejauh mana kita bersedia taat dan percaya kepada-Nya. Ketika kita melewati ujian ini dengan iman, kita akan melihat bahwa Tuhan selalu menyediakan dan memberkati kita dengan cara yang tidak kita duga. [45:21]
Yakobus 1:2-4 (ESV): "Count it all joy, my brothers, when you meet trials of various kinds, for you know that the testing of your faith produces steadfastness. And let steadfastness have its full effect, that you may be perfect and complete, lacking in nothing."
Reflection: Apakah ada ujian iman yang sedang Anda hadapi saat ini? Bagaimana Anda bisa menunjukkan ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Tuhan dalam situasi tersebut?
Day 4: Rencana Tuhan yang Lebih Besar
Ketika kita mendekat kepada Tuhan, kita akan melihat bahwa rencana-Nya jauh lebih besar dan lebih indah daripada rencana kita sendiri. Tuhan memiliki rencana yang melampaui generasi kita dan memberkati keturunan kita. Rencana Tuhan tidak hanya untuk kebaikan kita sendiri, tetapi juga untuk kebaikan orang-orang di sekitar kita dan generasi yang akan datang.
Mendekat kepada Tuhan berarti kita harus siap untuk melepaskan rencana kita sendiri dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Tuhan melihat gambaran yang lebih besar dan Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Ketika kita menyerahkan rencana kita kepada Tuhan, kita akan melihat bahwa rencana-Nya jauh lebih indah dan membawa berkat yang melimpah bagi kita dan keturunan kita. [51:25]
Yeremia 29:11 (ESV): "For I know the plans I have for you, declares the Lord, plans for welfare and not for evil, to give you a future and a hope."
Reflection: Apakah ada rencana atau impian yang Anda perlu serahkan kepada Tuhan? Bagaimana Anda bisa lebih mempercayai rencana Tuhan yang lebih besar dan lebih indah dalam hidup Anda?
Day 5: Kepercayaan Penuh kepada Tuhan
Kita harus belajar untuk mempercayakan segala kekhawatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan. Tuhan mencintai kita dan memiliki rencana yang hebat atas hidup kita dan anak-anak kita. Mendekat kepada Tuhan berarti kita akan diperkaya, diberkati, dan disertai oleh-Nya. Kepercayaan penuh kepada Tuhan adalah kunci untuk mengalami damai sejahtera dan sukacita yang sejati dalam hidup kita.
Ketika kita mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, kita akan melihat bahwa Dia selalu setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan mengerti setiap kekhawatiran dan ketakutan kita, dan Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka. Dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan, kita akan mengalami berkat dan penyertaan-Nya yang melimpah dalam setiap aspek hidup kita. [55:12]
1 Petrus 5:7 (ESV): "Casting all your anxieties on him, because he cares for you."
Reflection: Apakah ada kekhawatiran atau ketakutan yang Anda perlu serahkan kepada Tuhan hari ini? Bagaimana Anda bisa menunjukkan kepercayaan penuh kepada Tuhan dalam situasi tersebut?
Quotes
1. "Saya percaya apa yang Tuhan kerjakan di tengah kita akan dilanjutkan pada generasi selanjutnya. Dan kegerakan ini akan sampai Tuhan datang kedua kali. Sekali lagi berikan tepuk tangan yang meriah buat Tuhan kita." [34:21] (11 seconds)
2. "Nah, pandangan ini tentu salah, karena dia bukan jadi Tuhan. Tuhan jadi pesuru. Kita yang seolah-olah berkuasa, dan kita yang mengatur. Tetapi, ada juga orang yang berpikir tentang Tuhan, seolah-olah Tuhan itu menjadi begitu miskin, dan begitu kekurangan, sehingga, dia berpikir kalau dia dekat dengan Tuhan, dia akan habis diambil semua yang dia miliki." [37:20] (23 seconds)
3. "Sehingga kalau kita dekat sama Tuhan, jauhlah dari pikiran kita, bahwa Tuhan itu akan mengambil, mengambil, mengambil. Seandainya betul Tuhan itu mengambil, sebenarnya kita harus berpikir, bahkan yang tanda petik sepertinya Tuhan ambil itu pun sebenarnya bukan milik kita loh. Sebenarnya itu pun datangnya dari Tuhan." [44:26] (24 seconds)
4. "Tuhan bukan mau hartanya. Justru Tuhan itu buat Abraham tercelik nih loh. Kamu cuma punya pikir. Kamu punya wilayah ini. Anakmu. Bahkan anakmu pun kamu belum punya hari itu. Tapi Tuhan sudah bilang seperti bintang di langit. Seperti pasir di pantai. Itulah Allah. Jadi rugikah kita dekat dengan Allah? Rugikah kita sungguh-sungguh sama Tuhan? Apa ruginya bagi kita ketika kita melekat sama Tuhan? Karena Tuhan punya segalanya." [51:25] (30 seconds)
5. "Tuhan tidak mengambil. Tuhan memberikannya di dalam hidupmu. Sampai sebegitu melimpahnya. Sehingga setiap langkah kakimu memberkati orang. Setiap langkah kaki kita memberkati orang. Setiap langkah kaki kita memberkati orang. Kok bisa? Karena setiap langkah kakiku diberkati oleh Tuhan. Setiap langkah kaki orang benar disertai oleh Tuhan. Setiap langkah kakiku dalam berkat dan penyertaan Tuhan." [53:53] (29 seconds)
6. "Jadi sebenarnya gak rugi loh dekat sama Tuhan itu. Cuma Mesir. Firaun akan terus berusaha untuk. Boleh tapi jangan semua ya. Boleh tapi jangan jauh-jauh ya. Boleh tapi mendekatlah sama Tuhan. Karena Tuhan punya semuanya. Bahkan dia akan menunjukkan rencana-rencananya yang besar. Yang Abram mungkin tidak pernah bayangkan. Bahwa dia akan punya anak secara ajaib. Dan dari situ. Akan menjadi seperti bintang di langit. Dan pasir di pantai. Karena Tuhan punya segalanya. Dan dia selalu memberi." [01:10:54] (44 seconds)
7. "Jadi kalau nanti. ROSC berkembang sampai ke negara-negara mana-mana. Nanti banyak kesaksiannya. Tantangannya ada. Tantangannya juga ada. Tapi kan Tuhan yang sudah mulai. Tuhan yang sudah berjalan lebih dulu di depan kita." [01:11:38] (17 seconds)
8. "Jadi kalau misalnya Tuhan berkata. Persembahkan Isa kepadaku. Tuhan itu uji kita. Untuk sadarkah kita bahwa sebenarnya yang kita berikan pun ini datangnya dari Tuhan. Bukan punya kita. Oke. Atau sadarkah kita bahwa ketika kita memberikan kepada Tuhan. Bukan karena Tuhan kurang. Tapi pasti di balik itu ada alasan untuk Tuhan singkapkan sesuatu." [01:17:02] (29 seconds)
9. "Tuhan gak ambil hartanya. Kamu kaya. Tapi aku akan beritahu sama kamu bahwa aku adalah Allah yang menyediakan. Lebih dari apa yang kamu punya. Karena ada satu waktu Tuhan giring dia ke satu tempat. Yang dia tidak bisa mengandalkan apa-apa kecuali dia persembahkan anaknya. Tapi disitu tiba-tiba Tuhan munculkan seekor domba untuk dipersembahkan. Lalu dia berkata, wah betul Tuhan itu menyediakan." [01:21:04] (32 seconds)
10. "Kalau kita dekat. Kalau anak kita serius ke gereja. Kalau anak kita rajin ke gereja. Wah nanti Tuhan. Kok curiga gitu sama Tuhan. Tidak. Tapi mungkin ada beberapa orang yang. Maju mundur sama Tuhan. Sehingga kalau sekarang rasanya. Semua orang berkata ayo sungguh-sungguh sama Tuhan. Terus di hati ini kayak. Aduh nanti kalau Tuhan ini nanti harus hidup kudus. Nanti kalau harus persembahkan Isa. Nanti kalau ini. Dia maju mundur terus sama Tuhan." [01:22:27] (28 seconds)