Calibrating Our Hearts: Aligning with God's Will

Devotional

Sermon Summary

Sermon Clips

1. "Kalibrasi adalah Suatu proses Pengecekan Dan pengukuran akurasi Dari alat ukur Dengan cara membandingkannya Dengan standar ukur nasional Atau internasional. Contohnya beberapa alat Yang saya sebut tadi Timbangan itu perlu diterah ulang Kalau di Indonesia Oleh badan meteorologi Dan itu perlu dilakukan Itu berulang kali secara berkala. Nah dalam yang sederhana Mungkin kalau Bapak Ibu Sehari-hari Anda suka main gitar Kadang-kadang kalau kita habis ganti senar gitar Itu baru Ada yang seringkali fales Karena senar gitar itu belum settle Masih kadang-kadang molor dan sebagainya." [13:16] (46 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


2. "Kalibrasi ini Untuk menentukan deviasi Atau penyimpangan Nilai konvensional Penunjukan suatu alat ukur. Demikian juga hati kita Itu perlu dikalibrasi Dari waktu ke waktu. Kalau kalibrasi hati Tentu Tuhan yang menyelidiki hati kita Firmanya menjadi standar Menjadi patokan Izinkan Tuhan untuk cek Atau evaluasi kondisi hati kita Apakah hati kita mulai serong Mulai alami deviasi Apakah hati kita mulai serong Apakah ada penyimpangan." [14:14] (38 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


3. "Seringkali firman Tuhan yang kita dengar Atau kita baca atau kita renungkan Itu menegur, menemplat, mengarahkan Mengembalikan kita Ke jalan yang seharusnya Atau kepada kebenaran yang seharusnya. Ketika itu kita alami Templakan hati Lewat firman Tuhan yang kita Baca, kita renungkan, kita dengar Lewat roh kudus yang bekerja Dalam diri kita, itu sebenarnya Firman Tuhan atau roh kudus Sedang mengkalibrasi hati kita Dari waktu ke waktu." [15:21] (32 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


4. "Oleh karena itu jangan tunggu Setahun sekali Ijinkan Tuhan Mengevaluasi, mengoreksi hati kita Bahkan setiap hari. Firman Tuhan berkata juga dalam Amsal 11 ad 1 dan 20 Berkata demikian Amsal 11 ad 1 dan 20 Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan Tetapi iya Berkenan akan batu timbangan yang tepat Orang yang serong hatinya Adalah kekejian bagi Tuhan Tetapi orang yang tak bercelah Jalannya dikenannya." [16:23] (35 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


5. "Mengapa kemurnian hati itu penting Karena Tuhan itu melihat Atau tertarik dengan Apa yang di dalam Bukan penampilan luar kita. Manusia mungkin bisa tertipu oleh penampilan kita Tapi Tuhan tidak pernah bisa tertipu Karena dia Allah yang maha tahu Dia Allah yang menyelidiki hati kita Dan dia melihat apa yang di dalam Dia lebih tertarik dengan apa yang di dalam Bukan penampilan luar kita." [18:34] (24 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


6. "Daud Di masa-masa pemberontakannya Di masa-masa dia kehilangan kemudian hatinya Dia kehilangan sukacitanya. Bagaimana dengan kehidupan anda dan saya Ketika sukacita mulai memudar Mulai hilang Hati-hati mari kita mau cek Apakahkan hati kita mulai menyimpang Yang berikutnya Akibat kehilangan kemudian hati adalah Bisa terbuang Dari hadapan Tuhan Dan rohnya Roh kudusnya diambil dari kita." [25:33] (32 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


7. "Selidikilah aku ya Allah Dan kenalah hatiku Ujilah aku dan kenalah pikiran-pikiranku Lihatlah Apakah jalanku serong Dan tuntunlah aku di jalan yang kekal. Ada beberapa bagian dari ad ini Yang kita mau lihat sama-sama Yang pertama Pak Masmur berkata Selidikilah Dan kenalah hatiku Bahasa asli Alkitab ini berkata Tentang Ketika kita mengizinkan Ruh Kudus menyelidiki hati kita Itu artinya sungguh-sungguh Izinkan Ruh Kudus untuk menembus Kedalaman hati kita Menggali Memeriksa secara mendalam Butuh waktu." [27:50] (52 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


8. "Ujian kehidupan Tantangan persoalan hidup Itu akan membuat kita mengenali Apa yang ada dalam pikiran kita Apa yang muncul Ketika kita hadapi semuanya itu Ujian kehidupan akan membuat kita menyadari Ternyata dalam pikiran kita Seringkali masih muncul Hal-hal yang jahat Hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan Ketika semua baik-baik Seolah-olah Kita bisa tertipu dengan diri kita sendiri Tapi ketika ujian kehidupan datang Baru seringkali kita sadar Oh ternyata Hatiku, pikiranku masih Ada hal yang salah Yang menyakiti hati Tuhan." [30:05] (39 seconds) (Download raw clip | Download cropped clip)
Download vertical captioned clip


Ask a question about this sermon